Di seberang sana masih kucium hadirmu di sini.
Menggugah sadar ku untuk mendekap raga jauh mu.
Meski hanya lewat bisik lembut angin basah malam ini.
Aku ingin menyapa tidur mu, dengan senandung biru nya hati.
melelapkan mata dalam bualan mimpi terindah mu.
Sampai aku benar-benar yakin
Kalau saja ungkapan rasamu tak kan pernah terganti
Dan juga mati untuk ku...
Dan jika kelak aku pergi,
Iringilah langkah ku dengan segenap hati tegar
Dan keikhlasan Cinta...
Agar tiada air mata duka mu
Hingga aku benar-benar yakin
Untuk melepas mu...
Jangan paksakan lagi arahnya "Cinta"
ia bisa batang secepat ia pergi...
bukan salah ku bila akhir nya
diri ku pun pergi tinggalkan diri nya
Karena ku telah mencoba menerima apa adanya
mungkin terlalu pedih menyesakkan jiwa
telah banyak kata-kata terucap
bukan memberkati, tapi saling mengutuki
Hubungan Cinta ini tak lagi mesra
berganti amarah...
namun aku pun tak bisa menyalahkan mu
atas segala...
satu hal yang mesti kita cerna
"Jangan Paksakan Lagi Arah nya Cinta..."
Tak ku rasa lagi waktu kian melaju
tak ku lihat lagi hari merubah diri
jauhkan aku...
tinggalkan aku...
dengan sekilas rupa, berbingkai kaca
Tiada lagi kedipan,
cuma tatapan kosong yang terlontar
dari dinding kamar ku...
Entah telah berapa purnama sudah
tak kudengar bisikan manja nya lagi...
dan berapa musim sudah
tak kusentuh bibirku di kening nya lagi...
Sayang maafkan aku...
andai saat ini aku masih berharap sesuatu saat kau akan kembali lagi
menjawab segala resah jiwa ku...
menghapus dahaga rindu diujung lelah ku...
Sedang apa aku kini...
mencoba menghangatkan diri
dengan sebatang lilin di tengah badai
dan berharap rindu tak kian memanggil...
Memanggil air mata bernyanyi lagi...
atau mecoba bertapak diatas kebohongan
hati yang hampir mati
Aku kalah...
kalah untuk menemukan hati ku itu lagi
disaat aku harus bergelut dengan waktu
dan kata sesalku pun kini terukir...
Tuhan...
jika kau uraikan nafasku lagi
setelah aku mati nanti...
aku tak ingin
tak ingin menjadi diriku lagi untuk kedua kalinya...
Dan pelangi yang muncul setelah hujan
Membuat bumi basah?
Apa yang di pesankan langit malam penuh bintang
Dan semburat fajar
Sebelum pagi menjelang?
Apa yang di utarakan langit siang yang biru
Dan gumpalan awan yang bergerak
Saat angin bergemuruh?
"Aku Sayang Kamu..."
Langit menjadi lebih cerah
Dan udara tak lagi menyesakkan dada
Mungkin karena telah ku temukan
definisi lain dari "Cinta"
Makna tak lagi berasal dari pertemuan
Dan Rindu membuat ku
"Bahagia..."
Langit tetaplah langit
tak teruntai menyentuh bumi...
tak terjamah alam sadarku,
tak terhela hembus nafas ku...
Ombak berkata...
"Harapan ada di lautan
dan Raihlah sahabat,
semua ada di sana"
Mendung memeluk langit
memaksa hujan jatuhkan diri
jernihkan mata sang pengembara "asa"
Bibir tersenyum, tenang terbaca
namun tak sekian lama...
semua berubah saat alam bercerita
"Harapan bukan di lautan,
karena adakah yang tak di tenggelamkan nya?"
Impian bersama semata
karena hanya berandai di dalam nya
kita bisa duduk berdua
mengatur waktu lama ber kata-kata
memuas diri ber tatap muka
merasa suka & cinta...
Dan kini kan ada kau sambutkah
bila ku ucap kata-kata meminta?
Demi tak bermimpi
bisakah kita duduk bersama berdua?
dan nanti ku bilang
"Kamu Aku Cinta"
Seakan tak bergetar denyut nadi ku
di kala rasa mulai berputik
namun tak berubah menjadi bunga
disaat dingin ku ucap
" Inilah Saat nya"
Kau laksana setia nya pasir putih
dahaga meminta belaian ombak
di bibir pantai
Tapi tak akan sanggup menghalang
di kala ia harus kembali ke samudra biru
Aku memohon kepada Sang Pencipta
agar selalu memijarkan bintang kecil ku
dan tetap akan berpijar indah
setelah aku melepaskan semua kisahku
dan tak mungkin akan menggapai nya lagi
